Anak jadi Hacker si Ibu didenda 11juta

Anak Bertingkah orang tua terkena batunya, ini mungkin yang bisa digambarkan dari kejadian berikut ini. Gara-gara jadi Anak jadi Hacker si Ibu didenda 11juta. diberitakan, Dianggap telah melindungi anaknya yang telah meretas/membobol sistem Federal Bureau of Investigation (FBI),si ibu ini akhirnya ikut diberi sanksi oleh pemerintah AS.

Barrett Brown ( nama anak itu ), divonis bersalah karena menyusup ke dalam sistem FBI dan mencuri sejumlah data, termasuk merekam sejumlah percakapan telepon. si Hacker yang merupakan bagian dari grup Anonymous itu pun akhirnya ditangkap dan ditahan pada Januari 2013 lalu. pihak Polisi juga sedang mengumpulkan sejumlah bukti untuk mencari kemungkinan jika ada pihak lain yang terlibat.

Berbagai perlengkapan Brown telah disita pihak berwajib, namun polisi belum menemukan salah satu laptop yang sering dipakai oleh tersangka. Kuat dugaan di dalam komputer jinjing itu tersimpan data pelaku lainnya.Seperti dikutip dari Arstechnica, Senin (11/11/2013), polisi  akhirnya menemukan laptop tersebut yang disembunyikan oleh ibu tersangka, Karen Lancaster McCutchin, di dalam dapur.

Menurut undang-undang negara setempat, wanita itu dianggap telah menyembunyikan barang bukti tersangka, sekaligus berbohong pada pihak berwajib. maka, si ibu diganjar 6 bulan percobaan dan didenda USD 1.000 atau setara dengan Rp 11,4 juta (Kurs Rp 11,400).

Hacker Indonesia Direstui DPR soal Meretas

Hacker Indonesia Direstui DPR soal Meretas , lho ? baca dulu yuk, Para Hacker dari seluruh penjuru  Indonesia mengacaukan sejumlah situs Australia gara-gara Australia diberitakan menyadap Indonesia. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso justru tak menyalahkan aksi ini dan malah mendukung.

"Kalau kita dilakukan seperti ini (dalam artian :disadap), kalau perlu kita menghimpun 1000 hacker," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2013).Priyo menyatakan perang di dunia maya, termasuk aksi retas-meretas, tak terelakkan di dunia yang kian terkoneksi ini. Para hacker Indonesia tersebut juga beraksi karena / lantaran Indonesia terlebih dahulu 'diganggu' oleh pihak Australia.

"Saya kira perang cyber ini tidak mungkin terhindarkan. Saya tidak mau menyalahkan mereka (para hacker Indonesia)," ucap Priyo. Diberitakan sebelumnya, ratusan situs Australia menjadi korban peretasan hacker Indonesia. Situs tersebut bervariasi mulai dari rumah sakit hingga yayasan amal.

Seperti yang dikutip dari Sydney Morning Herald, Selasa (5/11), situs rumah sakit terbesar di Queensland sampai yayasan anak penderita kanker dan yayasan amal anti perbudakan di Australia menjadi korban hack. Tercatat lebih dari 100 situs Australia telah diretas.

Salah satu kelompok hacker yang menyebut dirinya' Java Cyber Army 'mengklaim telah melakukan peretasan tersebut. Mereka mengaku aksi ini dilatarbelakangi oleh aksi permulaan pemerintah Australia yang menyadap Indonesia. Mereka tak akan berhenti sampai Australia mengaku telah melakukan aksi spionase di Indonesia.

"Katakan pada pemerintah Anda (Australia), kami akan menghentikan ini jika ada pengakuan dan penjelasan atas kegiatan mata-mata di Indonesia," kata juru bicara Tentara Cyber ​​Java melalui akun di facebook mereka

Android Mampu membajak Pesawat

Sistem operasi yang tertanam di ponsel android baru-baru ini disinyalir dan terbukti Android mampu membajak pesawat. Seorang hacker baru saja mengklaim dirinya sendiri bisa membajak sistem yang ada di pesawat udara. cukup berbekal ponsel yang tertanam OS android sang hacker sudah bisa menguasai sistem keseluruhan pesawat, hebat.

Peretas smart itu bernama Hugo Teso, dalam konferansi hacker dia mempertontonkan sebuah konsep untuk meretas sistem pesawat dengan Android di ajang Hack In The Box Conference, Amsterdam, Belanda. Teso yang selama 11 tahun terakhir ini bekerja sebagai IT administrator, juga telah memiliki lisensi menerbangkan pesawat. Jadi bisa dikatakan ia adalah pilot yang juga mahir melakukan coding di komputer.

Teso si Hacker asal Jerman itu coba menggabungkan dua keahliannya tersebut, namun yang muncul sebuah ulah usil untuk membajak sistem penerbangan pesawat udara. Dalam demo yang ia pertontonkan ke ratusan hacker lainnya, pria tersebut membuat aplikasi yang sanggup membajak sistem pesawat. dalam hal ini hacker hanya bisa menguasai pesawat kalau pesawat dalam kondisi kemudi otomatis saja.
dalam aplikasinya si hacker  tersebut juga mampu mengambil data pesawat korbannya, mulai dari kecepatan, ketinggian, bahkan komunikasi antara pilot dengan menara pengawas pun bisa direkam dan dipantau secara up to date, jadi semua bisa diambil alih oleh hacker.

Teknologi secanggih apapun akan selalu ada celah untuk disusupi dan tugas hacker adalah memberitahu celah tersebut bukannya menjadi cracker yang hanya bisa mengambil keuntungan sepihak. berita diatas saya kutip dari berbagai sumber berita.