Home » » Tentang Dunning-Kruger Effect, Orang udik yang tidak menyadari jikalau dirinya bodoh

Tentang Dunning-Kruger Effect, Orang udik yang tidak menyadari jikalau dirinya bodoh

Baca Juga

Alhamdulillah, kali ini bisa update blog juga. Agak kepaksa juga sih, agar blog ini tetap terjaga kelanggengannya. Artikel kali ini aku ingin membahas fenomena yang agak nyrempet ke duduk perkara psikologi. Ya walaupun psikologi bukan bidang saya, tapi aku akan menjelaskan sesuai dengan wawasan yang aku punya. Oke pribadi saja, pernahkah anda bertemu dengan orang bodoh, tapi sebab saking bodohnya orang ini tidak sadar kalau dirinya bodoh? Saya yakin anda akan jengkel bila ketemu orang model begini. 

Pada tahun 1999, psychologist David Dunning dan Justin Kruger menerbitkan sebuah jurnal ilmiah berjudul “Unskilled and unaware of it: how difficulties in recognizing one’s own incompetence lead to inflated self-assessments." Yang ketika ini lebih populer disebut dengan efek Dunning-Kruger. Jurnal ilmiah tersebut menyatakan bahwa ada orang yang bekerjsama tidak berkompeten dalam bidang tertentu, tapi dirinya merasa berkompeten pada bidang tersebut melebihi orang lain. Pada individu dengan Dunning-Kruger Effect akan merasa bahwa dirinya mempunyai kemampuan/ pengetahuan yang lebih tinggi dari orang-orang sekitarnya, padahal tidak. Mereka tidak menyadarinya dan merasa percaya diri padahal bekerjsama mereka dibawah rata-rata.

Kebanyakan fenomena efek Dunning-Kruger terjadi pada individu yang mempunyai kecerdasan dibawah rata-rata. Mungkin sebab mereka saking bodohnya sehingga tidak menyadari kalau bekerjsama mereka dibawah rata-rata. Efeknya orang-orang ibarat ini akan terlihat sok pintar, tapi pendapatnya sangat mudah dipatahkan. Tapi tidak hanya pada individu dibawah rata-rata, kadang Dunning-Kruger Effect juga bisa terjadi pada individu yang gres saja mempelajari suatu kompetensi atau pengetahuan baru. Misalnya, ada individu yang gres saja mempelajari cara deface halaman web. Walaupun cuma bisa deface halaman web, tapi sudah merasa menjadi hacker yang hebat.



Jujur saja aku pun pernah hampir mengalami Dunning-Kruger Effect. Hal ini terjadi pada tahun 2011 ketika pertama kali aku mempunyai smartphone android yang memiliki kamera. Karena pada smartphone ini bisa menghasilkan jepretan gambar yang bagus. Seolah-olah aku merasa menjadi photographer yang hebat. Padahal skill fotografi aku tidak ada. Dan dengan percaya diri aku menambahkan goresan pena "NAW Photography" pada setiap photo yang aku upload di media sosial. Tapi alhamdulillah, aku cepat introspeksi diri dengan membandingkan hasil foto aku dengan hasil foto para fotografer profesional. Ternyata aku memang tidak ada bakat di fotografi.
Dunning-Krugger Effect
Dunning-Krugger Effect

Nah, mari kita tengok grafik diatas. Sangat menarik untuk dibahas. Kita misalkan pada dunia IT. Ada seorang individu (A) yang sama sekali tidak mempunyai skill bahasa pemrograman komputer. Namun si A menerima tutorial mengenai cara nge-hack tampilan website orang lain (deface) di internet. Kemudian si A dengan kepercayaan diri yang tinggi merasa bahwa dirinya sudah andal di bidang komputer. Merasa layak disebut dengan hacker. Hal ini terjadi sebab si A belum pernah bertemu dengan orang yang lebih hebat dari dirinya.

Kemudian ada individu (B), seorang programer Java yang sudah cukup berpengalaman dalam membuat aplikasi android. Namun sebab si B sudah tahu bila pemrograman Java itu susah. Dan si B juga sering bertemu dengan programer java yang lebih hebat dari si B. Maka Si B tidak mau menyebut dirinya seorang master pemprograman Java. Namun tetap percaya diri dengan kemampuannya sebab sudah banyak membuat aplikasi berbasis Java.

Kemudian ada lagi individu C, si C ini menguasai banyak bahasa pemrograman komputer ibarat Java, PHP, c, C++, C#, Python, SQL, Javascript, dan Visual basic .net. Dan si C mempunyai pengalaman seabreg di bidangnya (expert) dan ketika ini bekerja sebagai programer utama di google. Melihat hal ini, tentu si C akan merasa lebih percaya diri bila bertemu si B. Ini wajar sebab skill si C memang lebih mumpuni. Tapi si C tidak merasa paling hebat di bidang komputer sebab sadar bila diatas langit masih ada langit.

Secara garis besar grafik Dunning-Kruger diatas adalah. Ternyata orang yang tidak mempunyai skill pada bidang tetentu. Atau hanya tau sedikit-sedikit saja cenderung merasa percaya diri seakan-akan skillnya lebih baik dari orang lain. Padahal sesuai kata pepatah, padi semakin berisi semakin merunduk.

Lastly, Fenomena Dunning-Kruger Effect ini memang agak unik sih. Dimana ada individu di bawah rata-rata yang merasa bahwa kemampuannya diatas orang lain (sok pinter). Dan mereka tidak sadar kalau kemampuannya dibawah rata-rata. Banyak yang bilang orang udik yang tidak sadar kalu dirinya bodoh. Tapi bukan hanya orang udik saja yang bisa kena Dunning-Kruger Effect.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Dunning%E2%80%93Kruger_effect
http://theness.com/neurologicablog/index.php/lessons-from-dunning-kruger/
http://psycnet.apa.org/?&fa=main.doiLanding&doi=10.1037/0022-3514.77.6.1121

Sumber http://www.nicois.me